Sebagai manusia biasa dan hambaNya, kita pasti tak kan terlepas dari ujian. Orang kata, baru hidup ni berwarna warni. Ada suka, duka, gembira, sedih dan sebagainya. 

Namun, apakah sebenarnya tujuan manusia itu diuji? Selalu kita dengar orang kata, Allah uji tanda Allah sayang kat kita. Tapi adakah ada sebab-sebab yang lain? Nak tau? Jom baca perkongsian ini. 

Apakah tujuan manusia diuji?
Apakah tujuan manusia diuji? 

Bukti keimanan.Kelapangan dan kesempitan dalam kehidupan sentiasa berulang supaya kita sentiasa bersyukur dan berusaha. Tanpa ujian, kita tak akan dapat memastikan prestasi iman kita berada di tahap mana sebab itu Allah mengingatkan kita,

“Dia yang menciptakan kehidupan dan kematian kerana ingin menguji kamu semua siapakan yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa dan Maha Pengampun” - (Al-Mulk 67 : 2)

Dengan ujian dan tekanan, barulah terbukti prestasi keimanan kita. Dan yang pasti ujian itulah yang membuatkan iman menjadi lebih kental dan teguh.

Keampunan. Stres dan kesempitan yang dihadapi ini tak lain tak bukan hanyalah suatu nikmat daripada Allah. Tapi bagaimana? Rasulullah memujuk, 

“Musibah, keperitan, stres, kesedihan dan keperitan, sekalipun terkena duri yang menimpa seorang Muslim, semuanya ini ialah pengampunan Allah terhadap dosa yang telah dilakukannya” - (Riwayat Al-Bukhari).

Bayangkan kehidupan yang sering dilanda ujian ini sebenarnya membantu kita mendapat keampunan Allah SWT. Bukankah ini nikmat yang bernilai?

Pastinya kalau diberi nikmat dan ujian, bersyukur dan bersabarlah sebab itu proses peningkatan iman dan pahala kepada kita. Bermujahadahlah mengharunginya, 

InshaAllah hati yang ditempa dengan ujian akan kenal dengan kesusahan yang kecil pada masa akan datang.
 
Moga bermanfaat. 

Kredit : Dakwah_Bidadari