Advertisement

Cerita seribu pengajaran.

CERITA SERIBU PENGAJARAN. Hai kengkawan.. dah tidoq ka? Sebelum tidoq, jom kita baca satu kisah yang akan memberi kita seribu satu pengajaran. Tersurat dalam tersirat. Mari kita baca sama-sama.  Bismillahirrahmanirrahim.... Ceritanya begini......

Cerita seribu pengajaran.

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, "Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!"....

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas kerana karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, "Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang"...

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu.

Maka. lelaki itu berkata padanya, "Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak"...

Hasan al-Basri terpegun lalu berkata, "Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan"....

Lelaki itu menjawab, "Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan"....

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Pengajaran yang kita boleh dapat adalah:
  • Jika Allah membukakan pintu solat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak. 
  • Jika Allah membukakan pintu puasa sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat. 
  • Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita. Ilmu Allah sangat amatlah luas. Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu.

Semoga kita semua terhindar dari segala sifat mazmumah walau sehebat manapun kita. Semoga kita terhindar dari sikap bangga diri, sombong, ujub dengan amalan kita sendiri.

Jangan sesekali pernah berkata, "Aku lebih baik daripada kau....."

  • Yang singkat itu - "waktu" 
  • Yang menipu itu - "dunia" 
  • Yang dekat itu - "kematian"
  • Yang besar itu - "hawa nafsu" 
  • Yang berat itu - "amanah" 
  • Yang sulit itu - "ikhlas" 
  • Yang mudah itu - "berbuat dosa" 
  • Yang susah itu - "sabar" 
  • Yang lupa itu - "bersyukur" 
  • Yang membakar amal itu - "megumpat" 
  • Yang ke neraka itu - "lidah" 
  • Yang berharga itu - "iman" 
  • Yang mententeramkan hati itu - "teman sejati" 
  • Yang ditunggu Allah S.w.t itu -"taubat"  - (Imam Al Ghazali)

Sumber dari Group Whatsapp.

Post a Comment

0 Comments